Minggu, 18 November 2012

Tips Hemat BBM


Isu-isu kenaikan harga bahan bakar minyak atau biasa disebut BBM akhir0akhir ini memang menimbulkan kontroversi. Nah, walaupun saat ini BBM belum jadi naik tidak ada salahnya kalau anda mulai menghemat penggunaan BBM. Berikut ini ada beberapa cara yang mungkin dapat anda gunakan untuk menghemat.
  • Yang pertama, pengisian BBM di malam hari jika anda harus berangkat subuh ke luar kota atau anda pulang lembur di tengah malam,tidak ada salahnya kalau anda mengisi penuh BBM kendaraan anda pada waktu-waktu tersebut. Kenapa? Karena 1 liter bensin di tengah malam menjelang subuh ternyata lebih banyak daripada 1 liter bensin disiang hari. Penjelasan ilmiahnya karena suhu dingin di malam dan pagi hari membuat partikel bensin menjadi lebih rapat sehingga volume yang kita dapatpun menjadi lebih banyak.
  • Lalu, cara yang selanjutnya adalah jangan sampai tangki bensin anda kosong. Apabila fuel meter anda sudah menunjukan di batas merah segeralah anda mencari SPBU terdekat dan mengisi sampai penuh. Sebab bila semakin banyak ruang kosong tersisa di tangki bensin anda, maka semakin besar kemungkinan bensin anda akan menguap disiang hari. Bila diibaratkan seperti kolam kosong yang baru diisi, maka kotoran yang berada ditangki anda akan mengotori mesin kendaraan anda.
  • Jangan terlalu sering menyetel music Up-Beat, karena sedikit banyak music up-beat yang anda setel di dalam mobil akan mempengaruhi anda dalam mengendarai mobil. Misalkan anda mendengarkan lagu yang menghentak dari Black Eyed Peas, maka anda akan mengendarai mobil dengan kecepatan dan manuver yang lebih agresif dibandingkan anda mendengarkan lagu yang lebih slow.
  • Selanjutnya anda harus mendengarkan suara mesin kendaraan anda. Karena pada kecepatan yang cukup tinggi, biasanya jarum RPM (Revolution Per Minute) harus melebihi gear 3 dan mesin kendaraan akan terdengar menggerung. Jadi pastikan anda sudah menyesuaikan perpindahan gigi sesuai dengan kecepatan anda karena hal ini akan mempengaruhi besarnya bahan bakar yang digunakan.
  • No Gadget Please! Selain membahayakan keselamatan pengemudi, penggunaan gadget juga sangat mempengaruhi besarnya bahan bakar yang anda gunakan. Kenapa bisa? Karena ketika konstrasi pengemudi terpecah antara mengendarai kendaraannya dengan membalas chatting dapat mengakibatkan penggunaan rem dan gas yang tidak teratur. Padahal semakin sering kita menginjak rem dan gas secara bergantian dengan irama yang cepat akan mempengaruhi konsumsi bensin pada kendaraan kita
  • Gunakan Air Conditioner (AC) sewajarnya. Penggunaan AC pada kendaraan, apalagi dengan pengaturan suhu yang paling tinggi akan membuat beban perputaran mesin anda semakin berat. Jadi ada baiknya bila anda sedang berkendara di daerah yang cukup sejuk, AC dimatikan lalu anda dapat membuka jendela untuk mendapat sirkulasi udara yang baik. Agar lebih hemat, ada baiknya anda tidak langsung menyalakan AC saat mesin kendaraan baru dinyalakan, tunggulah sekitar 4-5 menit terlebih dahulu sebelum AC kendaraan anda nyalakan.

Ekonomi RI 2009-2010


Indonesia adalah salah satu dari sedikit negara di Asia Tenggara, bahkan dunia yang mampu bertahan dari krisis ekonomi 2008. Berdasarkan laporan dari World Economic Outlook yang diterbitkan IMF pada bulan Oktober 2009, Indonesia diperkirakan mampu meraih pertumbuhan ekonomi positif dengan kisaran angka 4,8 persen. Perkiraan yang lebih optimis dikeluarkan oleh Consensus Economic Inc yang memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,4 persen pada tahun 2010. Tabel 1 menunjukkan perkiraan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia dibandingkan dengan beberapa negara dan juga kawasan Eropa. 
Perekonomian Indonesia tahun depan tumbuh positif dari kontribusi sektor-sektor ekonomi berbasis domestik, yaitu sektor pertanian, komunikasi, konstruksi, perdagangan dan transportasi. Pola ini sama dengan tahun 2009 namun di tahun 2010, perekonomian nasional diuntungkan dengan perbaikan kinerja ekonomi kawasan Asia dan beberapa negara mitra dagang RI sehingga kinerja perdagangan luar negeri Indonesia diperkirakan juga mengalami perbaikan. Perekonomian nasional tahun 2010 juga didukung oleh indeks keyakinan konsumen yang mengalami peningkatan ditambah dengan investasi dalam negeri yang juga mengalami perbaikan. 
Kebijakan pemerintah 
Pada tahun 2009, pemerintah SBY-Boediono sedang menyusun kabinet baru dan pada saat baru terbentuk, kabinet baru ini diganggu dengan skandal Bank Century. Praktis sebenarnya pemerintah hanya menjalankan kebijakan business as usual atau hanya meneruskan kebijakan kabinet. Hal ini justru menunjukkan gejala yang baik, artinya masalah politik tidak lagi mengganggu perekonomian. Para pelaku ekonomi di Indonesia mulai sadar bahwa tidak ada gunanya berharap terlalu banyak pada pemerintah, mereka cenderung mencari peluang sendiri demi kepentingan bisnisnya. 
Penulis yakin krisis politik yang saat ini mulai mengganggu legitimasi pemerintah SBY tidak akan berpengaruh terhadap kondisi ekonomi nasional. Para investor melihat krisis politik itu hanya terjadi pada tataran elite politik dan tidak akan sampai ke tingkat bawah. Unjuk rasa damai tanggal 9 Desember lalu menunjukkan masyarakat kita sudah dewasa dalam menghadapi konflik. 
Hal yang harus menjadi perhatian justru perilaku investor yang kemungkinan besar akan menanamkan modalnya di Indonesia melalui bursa saham. Kinerja ekonomi Indonesia yang positif mengundang aliran dana investasi dari luar negeri. Momentum ini harus dimanfaatkan dengan baik. Pemerintah harus melakukan terobosan agar aliran dana di sektor keuangan bisa dipergunakan untuk mendanai sektor riil. 
Beberapa sektor riil yang patut mendapat perhatian pada tahun 2010 adalah pembangunan infrastruktur dan industri padat karya. Dua sektor ini berpotensi menciptakan banyak lapangan kerja. Masalah pengangguran dan kemiskinan bisa diatasi dengan perbaikan di dua sektor ini. Jika itu yang terjadi, maka perbaikan indikator ekonomi Indonesia di tahun 2010 akan menjelma menjadi perbaikan kesejahteraan rakyat Indonesia.

referensi ; http://artikel-media.blogspot.com/2009/12/memotret-perekonomian-indonesia-2010.html

Ibnu Khaldun: Bapak Ekonomi Islam



      Marak dan berkembangnya ekonomi Islam pada tiga dasawarsa belakangan ini, telah mendorong dan mengarahkan perhatian para ilmuwan modern kepada pemikiran ekonomi Islam klasik. Telah ada lebih dari 2000-an judul buku dan tulisan tentang ekonomi Islam sejak masa klasik hingga saat ini.

Yang paling disayangkan lagi adalah sikap para intelektual muslim atau ulama dalam dua abad belakangan ini yang tidak melanjutkan dan mengembangkan kajian ekonomi Islam yang telah dirintis dan dibangun oleh para ulama terdahulu. Intelektual dan ulama kita di era kontemporer ini, lebih banyak fokus pada kajian pengembangan materi fikih ibadah, munakahat, teologi (ilmu kalam), pemkiran Islam dan tasawuf, di samping ilmu-ilmu tafsir dan hadits. Maka tak heran jika mereka dangkal sekali pengetahuannya tentang ilmu ekonomi Islam, termasuk soal bunga bank dan dampaknya terhadap inflasi, investasi, produksi dan pengangguran juga spekulasi dan stabilitas moneter. Mereka mengabaikan kajian-kajian ekonomi Islam yang ilmiah dan empiris yang telah dilakukan ilmuwan Islam klasik. Fenomena itulah yang disesalkan Prof Dr Muhammad Nejatyullah Ash-Shiddiqy, guru besar ekonomi Univ King Abdul Aziz Saudi.[2]

Kejayaan peradaban Islam dan pengaruhnya atas panggung sejarah dunia untuk 1000 tahun, tidak mungkin tanpa diiringi dengan ide-ide ekonomi dan sejenisnya. Dari Abu Yusuf pada abad ke 2 Hijriyah sampai ke Thusi dan Waliullah (abad 18), kita memiliki kesinambungan dari serentetan pembahasan yang sungguh-sungguh mengenai perpajakan, pengeluaran pemerintah, ekonomi rumah tangga, uang dan perdagangan, pembagian kerja, monopoli, pengawasan harga dan sebagainya. Tapi sangat disayangkan, tidak ada perhatian yang sungguh-sungguh yang diberikan atas khazanah intelektual yang berharga ini oleh pusat-pusat riset akademik di bidang ilmu ekonomi.

Di masa klasik Islam, yang sejak abad 2 Hijrah s/d 9 Hijriyah, banyak lahir ilmuwan Islam yang mengembangkan kajian ekonomi (bukan fikih muamalah), tetapi kajian ekonomi empiris yang menjelaskan fenomena aktual aktivitas ekonomi secara riil di masyarakat dan negara, seperti mekanisme pasar (supply and demand), public finance, kebijakan fiskal dan moneter, pemikiran ulama tentang ekonomi Islam di masa klasik sangat maju dan cemerlang, jauh mendahului pemikir Barat modern seperti Adam Smith, Keynes, Ricardo, dan Malthus.

Bapak ekonomi Di antara sekian banyak pemikir masa lampau yang mengaji ekonomi Islam, Ibnu Khaldun merupakan salah satu ilmuwan yang paling menonjol. Ibnu Khaldun sering disebut sebagai raksasa intelektual paling terkemuka di dunia. Ia bukan saja Bapak Sosiologi tetapi juga Bapak Ilmu ekonomi, karena banyak teori ekonominya yang jauh mendahului Adam Smith dan Ricardo. Artinya, ia lebih dari tiga abad mendahului para pemikir Barat modern tersebut. Muhammad Hilmi Murad secara khusus telah menulis sebuah karya ilmiah berjudul Abul Iqtishad: Ibnu Khaldun. Artinya Bapak ekonomi: Ibnu Khaldun. Dalam tulisan tersebut Ibnu Khaldun dibuktikannya secara ilmiah sebagai penggagas pertama ilmu ekonomi secara empiris. Karya tersebut disampaikannya pada Simposium tentang Ibnu Khaldun di Mesir 1978.

Sebelum Ibnu Khaldun, kajian-kajian ekonomi di dunia Barat masih bersifat normatif, adakalanya dikaji dari perspektif hukum, moral dan adapula dari perspektif filsafat. Karya-karya tentang ekonomi oleh para imuwan Barat, seperti ilmuwan Yunani dan zaman Scholastic bercorak tidak ilmiah, karena pemikir zaman pertengahan tersebut memasukkan kajian ekonomi dalam kajian moral dan hukum. Sedangkan Ibnu Khaldun mengaji problem ekonomi masyarakat dan negara secara empiris. Ia menjelaskan fenomena ekonomi secara aktual.

Ibnu Khaldun membahas aneka ragam masalah ekonomi yang luas, termasuk ajaran tentang tata nilai, pembagian kerja, sistem harga, hukum penawaran dan permintaan, konsumsi dan produksi, uang, pembentukan modal, pertumbuhan penduduk, makro ekonomi dari pajak dan pengeluaran publik, daur perdagangan, pertanian, indusrtri dan perdagangan, hak milik dan kemakmuran, dan sebagainya. Ia juga membahas berbagai tahapan yang dilewati masyarakat dalam perkembangan ekonominya. Kita juga menemukan paham dasar yang menjelma dalam kurva penawaran tenaga kerja yang kemiringannya berjenjang mundur.

Ibnu Khaldun telah menemukan sejumlah besar ide dan pemikiran ekonomi fundamental, beberapa abad sebelum kelahiran resminya (di Eropa). Ia menemukan keutamaan dan kebutuhan suatu pembagian kerja sebelum ditemukan Smith dan prinsip tentang nilai kerja sebelum Ricardo. Ia telah mengolah suatu teori tentang kependudukan sebelum Malthus dan mendesak akan peranan negara di dalam perekonomian sebelum Keynes. Bahkan lebih dari itu, Ibnu Khaldun telah menggunakan konsepsi-konsepsi ini untuk membangun suatu sistem dinamis yang mudah dipahami dimana mekanisme ekonomi telah mengarahkan kegiatan ekonomi kepada fluktuasi jangka panjang.[3]

Lafter, Penasehat ekonomi Presiden Ronald Reagan, yang menemukan teori Laffter Curve, berterus terang bahwa ia mengambil konsep Ibnu Khaldun. Ibnu Khaldun mengajukan obat resesi ekonomi, yaitu mengecilkan pajak dan meningkatkan pengeluaran (ekspor) pemerintah. Pemerintah adalah pasar terbesar dan ibu dari semua pasar dalam hal besarnya pendapatan dan penerimaannya. Jika pasar pemerintah mengalami penurunan, maka adalah wajar jika pasar yang lainpun akan ikut turun, bahkan dalam agregate yang cukup besar.

Oleh karena besarnya sumbangan Ibnu Khaldun dalam pemikiran ekonomi, maka Boulakia mengatakan, Sangat bisa dipertanggung jawabkan jika kita menyebut Ibnu Khaldun sebagai salah seorang Bapak ilmu ekonomi. Shiddiqi juga menyimpulkan bahwa Ibnu Khaldun secara tepat dapat disebut sebagai ahli ekonomi Islam terbesar.

Referensi : http://makalahmajannaii.blogspot.com/2012/04/pemikiran-ekonomi-ibnu-khaldun.html

Kamis, 08 November 2012

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, disingkat Kemenko Perekonomian,



Kementeran Koordinator Bidang Perekonomian, disingkat Kemenko Perekonomian, sebelumnya bernama "Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Industri", adalah kementerian dalam Pemerintah Indonesia yang membidangi koordinasi dan sinkronisasi penyiapan dan penyusunan kebijakan serta pelaksanaannya di bidang perekonomian. Kemenko Perekonomian dipimpin oleh seorang Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) yang sejak tanggal 22 Oktober 2009 dijabat oleh Hatta Rajasa.

Fungsi :

  1. Mengkoordinasikan para menteri negara dan pimpinan lembaga pemerintah nonkementerian dalam keterpaduan pelaksanaan tugas di bidang perekonomian, termasuk pemecahan permasalahan dalam pelaksanaan tugas;
  2. Pengkoordinasian dan peningkatan keterpaduan dalam penyiapan dan perumusan kebijakan pemerintah, penyusunan rencana, program dan kegiatan kementerian dan lembaga pemerintah nonkementerian di bidang perekonomian;
  3. Penyampaian laporan hasil evaluasi, saran, dan pertimbangan di bidang tugas dan fungsinya kepada Presiden

Menteri-Menteri Koordinator Bidang Perekonomian

No
Nama
Nama Jabatan
 Periode Jabatan
1
Ir. M Hatta Rajasa
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian
Oktober 2009 - sekarang
2
Dr. Sri Mulyani Indrawati
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian
Juni 2008 - Oktober 2009
3
Prof. Dr. Boediono
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian
Desember 2005 - Mei 2008
4
Ir. Aburizal Bakrie
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian
2004 - 2005
5
Prof. Dr. Dorodjatun Kuntjoro Jakti
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian
2001 - 2004
6
Ir. Burhanuddin Abdullah, M.A
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian
Juni 2009 - Agustus 2009
7
Dr. Rizal Ramli
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian
2000 - 2001
8
Dr. Kwik Kian Gie
Menteri Negara Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan dan Industri (EKUIN)
1999 - 2000
9
Prof. Dr. Ginanjar Kartasasmita
Menteri Negara Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan dan Industri (EKUIN)
1998 - 1999
10
Prof. Dr. Saleh Afif
Menteri Negara Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pengawasan Pembangunan (EKU & WASBANG)
1993 - 1998
11
Drs. Radius Prawiro
Menteri Negara Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pengawasan Pembangunan (EKU & WASBANG)
1988 - 1993
12
Prof. Dr. Widjojo Nitisastro
Menteri Negara Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan (EKUIN)
1973 - 1983
13
Sri Sultan Hamengkubuwono IX
Menteri Negara Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan dan Industri (EKUIN)
1966 - 1973

Struktur Organisasi

  • Kemenko Bidang Perekonomian
  • Staf Ahli Menteri
  • Sekretariat Kementerian
  • Inspektorat
  • Deputi I Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan
  • Deputi II Bidang Koordinasi Pertanian dan Kelautan
  • Deputi III Bidang Koordinasi Energi, Sumber Daya Mineral dan Kehutanan
  • Deputi IV Bidang Koordinasi Industri dan Perdagangan
  • Deputi V Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah
  • Deputi VI Bidang Koordinasi Kerjasama Ekonomi dan Pembiayaan Internasional

sumber : http://www.ekon.go.id/about-us/struktur-organisasi